Ini adalah pengalaman pribadi, sekolah S-3. Rasanya sih, senang karena keluar dari kerutinan ngajar (meskipun tetep ngajar juga), menjalankan tugas-tugas struktural. Wis pokok'e aku sekarang merdeka.
Tapi, bagi yang belum S-3, jangan pandang terlalu muluk, ya. Kebetulan saja aku sekolahnya bisa dibawa dengan enak hati. Maksudnya, segala kecapean karena jarak rumah dan kampus yang jauh, yah.... dinikmati saja,... sambil tidur. Lha perjalanan 1,5 jam naik bis plus 45 menit naik bemo. Senin sampai Rabu, rutin selama satu semester akan begini terus. Kalau ditanya orang, "Gimana, Porong macet apa enggak?" Jawabku, enggak tahu, soalnya aku selalu tertidur saat melewati Jl. Porong itu. Baik saat berangkat maupun pulang. Kan enak!!!
Saat perkuliahan, aku juga seneng-seneng saja, diskusi jurnal, ilmu-ilmu manajemen yang dulu pernah dipelajari, dan karena tidak pernah dipakai ngajar jadinya lupa, sekarang dibangkitkan lagi memorinya.
Yang perlu juga tetep dibikin enak hati adalah waktu menunggu dosen datang!! benar-benar perlu kesabaran ekstra. Jadi sekolah S-3 itu, selain belajar ilmu-ilmu baru dan mendasar, juga perlu belajar sabar!!!