Namanya manusia, memang sering lupa bersyukur. Dulu, mengapa kami (aku dan rekan-rekan yang memang sudah waktunya sekolah) tidak segera berangkat adalah karena merasa dirugikan kalau sekolah. Istilah kerennya opportunity costnya tinggi. Kalau sekolah lagi, tunjangan fungsional diganti dengan tunjangan pendidikan, dan beberapa pendapatan juga akan berkurang. Bagi bapak-bapak, tentu ini memang memberatkan karena take home pay agak menurun. Makanya rame-rame protes minta tunjuangan fungsional tidak dicabut.
Tapi begitu menjalani pendidikan lanjut, bertemu dengan dosen dari PTS lain, kita ini seharusnya bersyukurrr benar-benar bersyukur. Mereka hanya mengandalkan beasiswa BPPS yang cairnya sak ilinge pemerintah, tanpa dukungan sama sekali dari PTS-nya kecuali dukungan doa. padahal yang namanya sekolah tidak hanya menghadirkan badan di kampus, kadang-kadang ada acara tambahan, yang diberi label 'wajib' tapi harus mbayar. STIE Perbanas mendukung semua itu demi kelancaran studi kami. Lak yo tepak to. Alhamdulillah
No comments:
Post a Comment