Hari ini, baru saja aku pulang menghadiri undangan wawancara Program Sandwich. Peluangnya, fifty-fifty kayaknya. Selain karena terjadi indikasi rombongan, juga karena secara pribadi aku gak yakin.
Sebenarnya strategiku adalah berusaha tampil beda. Oleh karena itu, sambil nunggu panggilan wawancara, aku berusaha menghubungi beberapa Profesor dan Doktor di Univ yang kutuju dan Univ tetangganya (soalnya, ngotot pengen ke Brisbane..he...he...). Alhamdulillah aku dapat respon yang menggembirakan dari dua profesor dari Univ yang kutuju, sedang dari tetangganya, gak blash. Ok aku merasa sudah punya modal. Dalam pikiranku, aku aman. Cara ini ku share pada teman-teman. Ternyata tidak semua teman dapat tanggapan seperti aku. Aku merasa beruntung. Bukannya aku senang karena orang laen susah lho. Aku merasa sudah memberitahu caraku yang kuanggap berhasil, ternyata waktu dicontoh orang, hasilnya beda. Ya udah. Anggap naseeb ajah.
Tetapi begitu menghadapi proses wawancara, aku sedikit hopeless. Gimana enggak!! Yah karena indikasi rombongan tadi, pewawancara tidak lagi tanya bagaimana mendapat LOA, tapi langsung tanya, apa yang akan kamu lakukan disana (dalam bahasa Inggris tentunya, dan maaf tidak bisa mengulangnya disini. Ora iso...!!) Hasilnya bisa bermacam-mancam tapi secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga.
- Gak punya kontak yang jelas. Beberapa teman sudah berusaha, tetapi tidak ada jawaban yang memberi harapan. Pewawancara akan bilang " gak ada gunanya dapat beasiswa", nanti disana gak melakukan kegiatan sesuai dengan tujuan utama sandwich yaitu mensupport penyelesaian disertasi.
- Punya kontak menggembirakan, tapi kualifikasi tidak sesuai, misalnya 'hanya' seorang MBA (ini pengalaman kawan dekat) atau disiplin ilmunya tidak sama, maka pewawancara akan marah. "anda kan S-3, jangan mau dong dibimbing orang S-2. Padahal si S-2 tersebut memang bukan pembimbing tapi fasilitator. Maka si pewawancara tambah meradang, berarti sama "Gak Jelas!! Tidak Layak!!"
- Punya kontak yang jelas (kayak aku), wawancara kukira menggembirakan ternyata si pewawancara menilai " anda tahu kenapa dia mau merespon anda? Karena ia tahu ada uangnya!". Lhah... repots.
Meskipun demikian, usahaku agar berbeda dengan teman-teman diakui juga, soalnya selain aku memperoleh kontak yang menggembirakan, juga aku sudah browsing konferensi Internasipnal yang mungkin bisa kuikuti selama aku dinegara tujuan. Yah mudah-mudahan ada gunanya. Pengumumannya katanya sih Juni. Mohooon doa restu.
No comments:
Post a Comment