Senang sekali waktu bisa masuk sekolah lagi sementara umur sudah 44 tahun. Sekarang sudah masuk tahap penulisan disertasi. Kalau dipikir-pikir, kondisiku ini unik. Kalau dibanding teman-teman sekelas, aku adalah orang ketiga dari bawah yang belum ujian proposal. Jadi, dari 19 orang, sudah 16 orang yang ujian. Yang benar-benar sehat tapi gak ujian-ujian adalah aku, karena dua teman yang lain memang kondisinya "pantas dimaklumi".
Kalau aku? kenapa terlambat. Satu: faktor pribadi. Aku tidak akan cari kambing hitam. sekali waktu memang aku malas. Gak seperti teman-teman yang rajin-rajin.
Faktor kedua kalau dipikir adalah karena kesibukanku. Sebagian besar temanku benar-benar fokus kuliah. Kalaupun ada kesibukan, mereka tetap di kota Malang. Jadi, tidak ada kendala waktu perjalanan. Aku, selain kuliah, juga mengajar di Surabaya. Jadi kalau mau ngurusi disertasi, ya harus ke Malang. Naik bis pulang pergi butuh waktu 5 jam. Kadang terasa sekali waktu habis dijalan. Gak efisien.
Ketiga, faktor luck mengadapi dosen pembimbing. Tidak perlu kusebut nama, tapi promotorku ini punya kebiasaan yang agak tidak menghargai atau berempati terhadap kebutuhan orang lain. Tidak bisa ditelpon atau di sms, tidak mau menetapkan jadwal bimbingan yang bisa disepakati bersama. Pokoknya, yang namanya mahasiswa harus memaklumi kesibukannya. Kalau beliau sibuk, silakan nunggu sampai dirubung semut atau sampai tumbuh jamur. Nunggu 4 sampai 6 jam sehari trus kemudian setelah ketemu ditolak karena beliau sudah cape, mau pulang sudah berkali-kali kami alami. Kukatakan kami, karena yang bernasib seperti ini tidak hanya aku.
Pokoknya S-3 itu artinya Sungguh Sangat Sabar. Go...Doctor
Pokoknya S-3 itu artinya Sungguh Sangat Sabar. Go...Doctor
No comments:
Post a Comment