Friday, March 26, 2010

Tunjangan Pendidikanku, Alhamdulillah

Namanya manusia, memang sering lupa bersyukur. Dulu, mengapa kami (aku dan rekan-rekan yang memang sudah waktunya sekolah) tidak segera berangkat adalah karena merasa dirugikan kalau sekolah. Istilah kerennya opportunity costnya tinggi. Kalau sekolah lagi, tunjangan fungsional diganti dengan tunjangan pendidikan, dan beberapa pendapatan juga akan berkurang. Bagi bapak-bapak, tentu ini memang memberatkan karena take home pay agak menurun. Makanya rame-rame protes minta tunjuangan fungsional tidak dicabut.
Tapi begitu menjalani pendidikan lanjut, bertemu dengan dosen dari PTS lain, kita ini seharusnya bersyukurrr benar-benar bersyukur. Mereka hanya mengandalkan beasiswa BPPS yang cairnya sak ilinge pemerintah, tanpa dukungan sama sekali dari PTS-nya kecuali dukungan doa. padahal yang namanya sekolah tidak hanya menghadirkan badan di kampus, kadang-kadang ada acara tambahan, yang diberi label 'wajib' tapi harus mbayar. STIE Perbanas mendukung semua itu demi kelancaran studi kami. Lak yo tepak to. Alhamdulillah

Monday, March 1, 2010

masuk sekolah lagi

satu maret, hari baru, bulan baru. awal semester dua di PDIM UB. Seperti biasa, karena gandrung sekolah, semangat empat lima deh. Sayangnya, aku masih kena flu jadi ya gak fit banget gitu. Tapi seneng banget ketemu teman-teman lagi.
Jadwalnya juga wuenak banget. mulai jam 09.30, jadi bisa berangkat jam 6. soalnya, denger-denger, kelas lain dimulai jam 7 pagi. wah, bisa-bisa berangkat subuh dong dari Surabaya. Untung gak jadi kuliah subuh. slamet...slamet

Wednesday, January 13, 2010

Tugasku oh Tugasku

Inilah salah satu konsekuensi sekolah. Mengerjakan Tugas. Dari lima mata kuliah, ada tujuh tugas. Semuanya harus menggunakan banyak referensi, jurnal deesbe deesbe. Kalau menurutku, ini sih menarik dan menantang. Dasarnya aku suka browsing apa saja.

Meskipun merasa tertantang, tanpa sadar ternyata aku setres juga. Murus dan tidak bisa tidur. Ternyata, setelah ketemu teman-teman (soalnya ngerjainnya di rumah masing-masing), kasusnya sama. Ada yang nggreges, murus, migrain, berat badan turun sampai tujuh kilo (yang ini menurutku sebenarnya enak, bisa langsing, obsesi.com). Aku sendiri, bukannya langsing, nafsu makan sangat besar malah. Kalau mau puasa aja, sahurnya sampe dua piring, takut tergoda lapar dan mokel. Tapi senengnya, meskipun makanku banyak, berat badanku gak nambah. ya itu tadi, setress.

Yang lebih susah adalah kalau deadline hampir berakhir, cape mengerjakan tugas, pengennya tidur sebentar supaya setelah tidur bisa fresh. Eh malah gak bisa nyenyak. Mangkel kan, mata ngantuk, pengen tidur, tapi gak bisa terlelap. serba salah deh.

Itulah suka dukanya orang sekolah. tapi sekali lagi, aku menikmati ini semua, karena aku suka sekolah...!!

Saturday, January 2, 2010

Reuni Kecil

Ini postingan hasil reuni antara aku, Yani, Inez, Endi, Yaning dan Hargono di RM Kebun Kota. Ku posting di sini karena lebih mudah. Nanti tinggal di link di FB (kalau sempat dan ingat).

Friday, November 6, 2009

Malaysia




Mengapa entry ini kuletakkan di blog belajarku. Karena dari perjalananku ke Malaysia khususnya ke Penang dan KL, banyak hal yang dapat dipelajari.
  1. Malaysia pintar menjual, itu perlu kita akui. produknya tidak asing bagi kita, tapi mereka mengemasnya dengan bagus. Contoh remeh, manisan buah yang kalo disini cuma dijual di gerobak sepeda, atau paling keren di supermarket, oleh orang malaysia dikemas cantik dan dijadikan sovenir pada tamu mancanya.

Saturday, October 24, 2009

di Sekolahku yang baru

Ini adalah pengalaman pribadi, sekolah S-3. Rasanya sih, senang karena keluar dari kerutinan ngajar (meskipun tetep ngajar juga), menjalankan tugas-tugas struktural. Wis pokok'e aku sekarang merdeka.
Tapi, bagi yang belum S-3, jangan pandang terlalu muluk, ya. Kebetulan saja aku sekolahnya bisa dibawa dengan enak hati. Maksudnya, segala kecapean karena jarak rumah dan kampus yang jauh, yah.... dinikmati saja,... sambil tidur. Lha perjalanan 1,5 jam naik bis plus 45 menit naik bemo. Senin sampai Rabu, rutin selama satu semester akan begini terus. Kalau ditanya orang, "Gimana, Porong macet apa enggak?" Jawabku, enggak tahu, soalnya aku selalu tertidur saat melewati Jl. Porong itu. Baik saat berangkat maupun pulang. Kan enak!!!
Saat perkuliahan, aku juga seneng-seneng saja, diskusi jurnal, ilmu-ilmu manajemen yang dulu pernah dipelajari, dan karena tidak pernah dipakai ngajar jadinya lupa, sekarang dibangkitkan lagi memorinya.
Yang perlu juga tetep dibikin enak hati adalah waktu menunggu dosen datang!! benar-benar perlu kesabaran ekstra. Jadi sekolah S-3 itu, selain belajar ilmu-ilmu baru dan mendasar, juga perlu belajar sabar!!!

Thursday, August 27, 2009

Horeeee....Sekulah Lageee

di STIE Perbanas Surabaya-ku tercinta, caranya melarikan diri dari kesuntukan kerja adalah : sekolah lagi. Soale, dosen di STIEP tuh gak cuma ngajar. Eh, jangan bilang cuma ngajar. Yang namanya ngajar itu persiapannya, prosesnya dan finishingnya butuh energi yang buuueesar.
Persiapan, terdiri dari bikin GBPP dan materi pengajarannya. Tiap semester harus dikaji ulang. Saking ribetnya bikin GBPP sampe Lindi temenku bilang, "Aduhh susahnya bikin GBPP, kita ini diberi Al Qur'an saja trus disumpah suruh ngajar yang baik gitu. Gak perlu repot gini". hi...hi...
Trus prosesnya, ya ngajar, ya menilai, pake continuous assessment lagi, jadi hampir tiap hari harus rekap nilai kalau tidak pengen diakhir perkuliahan bingung demikian banyaknya unsur penilaian. Jangan lupa, harus menilai softskill mahasiswa lagi. pokok'e gak kalah ribets.
Finishingnya, ya penilaiannya. Woww tak kalah ribet boo. Unsur nilainya banyak. Ada tes, tugas, presentasi dan ada pula softskillnya. Rinciannya sih tergantung dosennya. Pake harus ngentry sendiri lewat imel lagi!. Itulah mengajar di Perbanas.
Blum lagi penelitian, pengabdian masyarakat, kepanitiaan dan bahkan pekerjaan struktural. Pokok'e, pulang sore itu suatu kemewahan bagi dosen Perbanas(dan karyawannya juga ding!) Hidup perbanas !!!
Kalau lagi kena deadline proposal hibah ato laporan, bisa pulang subuh kita. Meskipun ada larangan tidur di kampus, kita sih cuek aja. Kan kita tidak tidur. Tapi bekerja.
Nah, sejak semester ini, InsyaAllah aku sekulah lagi. Paling tidak bisa keluar dari rutinitas dan dapat pemandangan baru. Horeee.