Tuesday, October 19, 2010
Monday, October 18, 2010
Ujian Kualifikasi I
Masanya sudah datang. UJIAN KUALIFIKASI I usulan penelitian Disertasi. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ujian kali ini mendadak. Baru saja diminta mengusulkan nama-nama calon Promotor dan Co Promotor (kayak petinju), seminggu kemudian langsung dijadwal Ujian Kual 1. Tepatnya tanggal 13-14 Oktober 2010. Jadilah kami mahasiswa angkatan 2009, kelabakan. Kami belum terlalu siap karena menurut pengalaman, satu bulan setelah ditentukan promotor, baru ujian. Sekarang mepet banget. Bahkan waktu ujian itulah pertama kali bertemu promotor. Ya sutrahlah. Diusahakan sebisanya.
Alhamdulillah, so far so good. Hasilnya LULUS dengan perbaikan. Ya jelas lah. perlu perbaikan dan penyempurnaan untuk dapat menjadi proposal yang setengah mateng. Lha wong yang diajukan kemarin hanya draft ide penelitian. Untuk gak banyak perubahan atau usulan besar yang membuat aku mumet. Ada beberapa teman yang dibikin mumet karena usulan promotor benar-benar harus membuatnya seakan memulai dari awal lagi. Wis pokok-e Alhamdulillah.
Alhamdulillah, so far so good. Hasilnya LULUS dengan perbaikan. Ya jelas lah. perlu perbaikan dan penyempurnaan untuk dapat menjadi proposal yang setengah mateng. Lha wong yang diajukan kemarin hanya draft ide penelitian. Untuk gak banyak perubahan atau usulan besar yang membuat aku mumet. Ada beberapa teman yang dibikin mumet karena usulan promotor benar-benar harus membuatnya seakan memulai dari awal lagi. Wis pokok-e Alhamdulillah.
Monday, September 20, 2010
In Tune Ngajar Lagi.
Sebenarnya, kembali mengajar itu seneng-seneng susah. Sangat menyenangkan bertemu mahasiswa, belajar, diskusi-diskusi, ketawa ketiwi dengan mahasiswa. Yang susah tentu saja beban mengajar, menilai dan pendukungnya. Saat ini sebenarnya aku masih tercatat sebagai orang yang tugas belajar, jadi tidak ada kewajiban mengajar. Jadi ngajar kuanggap sebagai rekreasi aja.
Sementara ini, proses belajarku masih dalam tahap vakum setelah selesai ujian akhir dan menunggu proses berikutnya yaitu penetapan promotor dan persiapan kualifikasi. Meskipun masih bingung, yah paling tidak arahnya sudah jelas. Sesuai penugasan, aku harus meneliti tentang syariah. Alhamdulillah.
Sementara ini, proses belajarku masih dalam tahap vakum setelah selesai ujian akhir dan menunggu proses berikutnya yaitu penetapan promotor dan persiapan kualifikasi. Meskipun masih bingung, yah paling tidak arahnya sudah jelas. Sesuai penugasan, aku harus meneliti tentang syariah. Alhamdulillah.
Friday, June 18, 2010
Kuliah Klasikal Sudah Berakhir
Rasanya lega. Kuliah Klasikalku di UB sudah berakhir. Tinggal jatuh bangun ngerjain Tugas UAS. So far, Alhamdulillah.
Saturday, May 15, 2010
Konferensi Ke Bali
Ini adalah cerita dipaksa untuk ikut konferensi di Bali. Hasilnya, konferensinya sehari penuh. Dua hari penuh lainnya, main. Termasuk lomba futsal antar kelas. Yang namanya antar kelas, ternyata gak murni antar kelas, wong kelasku banyak ibu-ibu cantik, yang jelas emoh berjatuh bangun main futsal. Akhirnya kelasku diewangi sama teman dari kelas sebelah. Hasilnya, aku yang jadi kiper, gak tahu siapa lawan siapa kawan. Wis pokok'e saduk aja.
aku dan Semuel nguber bola. Bolanya gak kelihatannya. Tapi percaya deh, ini lagi futsal di Pantai Kuta Bali. Kereeen.Saturday, April 17, 2010
Kuliahku!!!
Kalau kuliah model embah-embah begini, aturan administrasi bisa ditabrak-tabrak deh. Minggu besok, seharusnya jadwal UTS. Tapi entah kenapa, semua dosen tidak memperhatikannya (yang selalu ngitung sudah berapa minggu kuliah biasanya mahasiswa). Alhasil, besok seharusnya aku agak libur, ternyata enggak. Kuliah jalan teruuus. Naseeb naseeeb.
Padahal kamisnya harus ke Bali untuk konferensi AIMI
Padahal kalau di Perbanas, jadwal UTS adalah jadwal dosen dapat pengayaan dan training-training. Gak bisa ikut deh.
Padahal kamisnya harus ke Bali untuk konferensi AIMI
Padahal kalau di Perbanas, jadwal UTS adalah jadwal dosen dapat pengayaan dan training-training. Gak bisa ikut deh.
Friday, March 26, 2010
Tunjangan Pendidikanku, Alhamdulillah
Namanya manusia, memang sering lupa bersyukur. Dulu, mengapa kami (aku dan rekan-rekan yang memang sudah waktunya sekolah) tidak segera berangkat adalah karena merasa dirugikan kalau sekolah. Istilah kerennya opportunity costnya tinggi. Kalau sekolah lagi, tunjangan fungsional diganti dengan tunjangan pendidikan, dan beberapa pendapatan juga akan berkurang. Bagi bapak-bapak, tentu ini memang memberatkan karena take home pay agak menurun. Makanya rame-rame protes minta tunjuangan fungsional tidak dicabut.
Tapi begitu menjalani pendidikan lanjut, bertemu dengan dosen dari PTS lain, kita ini seharusnya bersyukurrr benar-benar bersyukur. Mereka hanya mengandalkan beasiswa BPPS yang cairnya sak ilinge pemerintah, tanpa dukungan sama sekali dari PTS-nya kecuali dukungan doa. padahal yang namanya sekolah tidak hanya menghadirkan badan di kampus, kadang-kadang ada acara tambahan, yang diberi label 'wajib' tapi harus mbayar. STIE Perbanas mendukung semua itu demi kelancaran studi kami. Lak yo tepak to. Alhamdulillah
Subscribe to:
Posts (Atom)