Wednesday, January 26, 2011

Belajar Berbisnis (lagi!!)

Sebenarnya aku ini orang yang gak bisa diam kalau ada kesempatan bisnis. Kalau diurut, sejak aku bisa cari uang sendiri, sangat banyak yang pernah kukerjakan. Dulu jaman SMA, aku sudah bisa menjahit dan menerima jahitan. Lumayan, dapat uang jajan. Lah wong aku dibelikan mesin jahit waktu aku kelas tiga esde.

Trus, waktu kuliah, ekonomi keluarga benar-benar ambruk. Aku ingat betul, hari pertama aku masuk perguruan tinggi, pembantu rumah tangga dipulangkan karena ibu sudah tidak sanggup membayar karena warung rawonnya sudah tutup. Sejak itu aku mencoba mencari tambahan uang saku dengan berbagai cara. Aku ingat, aku masih menerima jahitan, trus memberi les anak cina, masih juga menulis cerpen dengan mesin tik pinjaman. Ternyata ada juga yang bisa dimuat. Jaman dulu, cerpenku sempat masuk di Aneka (waktu itu belum Yes), di Gadis. Masih ingat betul, honornya Rp. 70.000. Wah, kaya benar aku. Tapi ya gitu, sebelum berhasil ada yang dimuat, banyak juga yang dikembalikan. Belum lagi berapa banyak kertas yang kuhabiskan karena salah ketik, wong tidak ada fasilitas del, edit, copy dan paste.
Aku juga pernah mencoba membuat baju dan dijual, bekerja sama dengan teman. Pokoknya, sejak muda sudah berpetualang mencari uang.
Begitu aku kerja dan punya modal, aku ikut beberapa bisnis MLM. Tupperware, TianShi, Amway sudah pernah kucoba. Tupperware aku suka karena barangnya lucu-lucu. Tianshi, aku merasa mudah sistemnya dan waktu aku masuk, tianshi masih baru jadi pasar masih luas. Amway, hah susah!!. Setelah itu aku vakum tidak berbisnis. Aku merasa, mungkin aku bukan orang yang tepat.
Sekarang aku mencoba lagi. Aku ikut Oriflame. Aku mau ikut karena pertama, aku sejak dulu suka dan cocok dengan lipstiknya. Kedua, sistemnya yang aku yakin bisa terus digunakan dan membantu perluasan jaringan selagi kita tidur. Pertimbangan utamaku adalah dengan sistem yang berbasis internet ini, pasarnya masih sangat luas. analisis potensi pasar inilah yang membuatku yakin bisnis ini masih bisa berkembang dan aku masih punya banyak kesempatan.
Mungkin yang jadi uplineku senang dapat downline sepertiku (he...he... nyombong nih), karena aku sangat positif terhadap bisnis mlm. Dia gak perlu ngerayu karena aku yang ngeklik dan mengajukan diri sebagai DL. Aku juga sadar-sesadarnya risiko bisnis dan apa yang harus kukorbankan. Nah, inilah bisnisnya



Dengan harapan bahwa lambat laun bisnisku ini bisa berkembang, maka aku memantapkan diri untuk gabung. Kalau yang semangat, empat atau lima tahun bisa jadi diamond, aku mungkin hanya berharap bahwa masa pensiunku nanti masih ada cashflow yang bisa menggantikan gajiku saat ini agar tidak bergantung pada anak atau orang lain.
Amien

No comments:

Post a Comment