Alhamdulillah, aku dan tiga teman sekelas mendapat beasiswa program sandwich like ke Aussie. Sayangnya kami tidak satu kota. Terpaksa kami pisahan. Meskipun demikian, dalam reservasi tiket, kami ngeyel agar dapat satu pesawat untuk masuk ke Aussie lewat Sydney. Baru disitu kami akan berpisah menuju kota tujuan masing-masing.
Kalau ditanya, apa persiapannya??? Wuah... banyak. Baik persiapan administrasi berkaitan dengan penerimaan beasiswa itu sendiri, maupun persiapan berkaitan dengan apa yang akan dibawa dan yang lebih penting adalah persiapan mental dan kemampuan diri sendiri dalam menghadapi kehidupan baru di LN.
Sampai saat ini, kami sudah mengurus visa, meskipun belum selesai, mengurus reservasi tiket, cari penginapan, cari asuransi dan mengajukan permohonan dana talangan.
Dana talangan ini penting karena ditakutkan dana dari DIKTI terlambat turun, sementara kami harus segera berangkat. Ini dialami oleh peserta sandwich tahun lalu. Beruntung Universitas Brawijaya bersedia memberi dana talangan.
Kami juga bersyukur, ternyata uni kami sangat bijak karena bersedia memberi talangan. Kami dapat info dari uni lain (yang tidak perlu disebut namanya) tidak bersedia memberi talangan. Katanya, kalau mau pergi ke Aussie dengan beasiswa sandwich ya harus menggunakan dana sendiri dulu, kalau perlu jual kambing.
Hah... untuk memulai program ini, selain persiapan biaya hidup kira-kira satu bulan, kita juga harus bayar bench fee sekitar AUD 4,000. Kalau harus jual kambing ya harus kambing sekandang atau sekandangnya, baru bisa bayar.
Sekali lagi Alhamdulillah, kami dapat dana talangan. Double alhamdulillah karena aku pribadi dapat dua dana talangan dari uni maupun dari STIE Perbanas Surabaya. Paling tidak, cukup buat memulai program dengan mantabs tanpa khawatir kelaparan di tempat jauh.
Kami juga bersyukur, ternyata uni kami sangat bijak karena bersedia memberi talangan. Kami dapat info dari uni lain (yang tidak perlu disebut namanya) tidak bersedia memberi talangan. Katanya, kalau mau pergi ke Aussie dengan beasiswa sandwich ya harus menggunakan dana sendiri dulu, kalau perlu jual kambing.
Hah... untuk memulai program ini, selain persiapan biaya hidup kira-kira satu bulan, kita juga harus bayar bench fee sekitar AUD 4,000. Kalau harus jual kambing ya harus kambing sekandang atau sekandangnya, baru bisa bayar.
Sekali lagi Alhamdulillah, kami dapat dana talangan. Double alhamdulillah karena aku pribadi dapat dua dana talangan dari uni maupun dari STIE Perbanas Surabaya. Paling tidak, cukup buat memulai program dengan mantabs tanpa khawatir kelaparan di tempat jauh.
No comments:
Post a Comment