Tanpa banyak kata, ini akan menjadi kenanganku sekian tahun mendatang. Ku upload foto kegiatan agar mengingatkanku pada pengalaman manis di University of Queensland Brisbane
Showing posts with label sandwich like program 2011. Show all posts
Showing posts with label sandwich like program 2011. Show all posts
Friday, November 18, 2011
Thursday, September 29, 2011
Adult Learning
Sekian hari tidak posting laporan. Perjalanan menikmati suasana baru, sekolah baru selalu menyenangkan. Setelah sekian lama terobsesi untuk bisa sekolah ke LN, rasanya, the dream comes true. So Excited. Setiap perjalanan meskipun menggemporkan kaki dinikmati betul.
Sejak dari Bandara Juanda, ke Jakarta, ke kantor DIKTI yang jaraknya hampir sejam dari Sukarno Hatta semua pasti minta tambah jalan kaki. Ini gambar kehebohan kami saat lapor di DIKTI
Setelah selesei urusan dengan DIKTI, Bu Nanis minta antar beli kamera. Kesimpulannya, barang elektronik memang di Jakarta lebih murah dibanding di Surabaya. Ya sudah lah rejekinya bu Nanis. Gimana enggak, kamera merk sama, dengan tipe yang lebih tinggi harganya lebih murah. Perjalanan dilanjut ke Metro, ha..ha dasar IRT (ibu rumah tangga). Mall tidak pernah lepas dari ingatan. Nih gambarnya
Lho, ini mau sandwich apa mau shopping? Lihat tuh kreseknya guedhe...
Labels:
adult learning,
sandwich like program 2011,
UQ
Thursday, August 4, 2011
Kelengkapan Sandwich
Disamping harus tetap mengerjakan disertasi, akhir-akhir ini aku juga disibukkan mengurus keberangkatan ke Aussie September mendatang, mulai ngurus visa, reservasi tiket, minta guarantee letter sampai dengan bikin surat permohonan utang dana talangan ke rektorat. Barvo Universitas Brawijaya, yang dengan penuh pengertian dan kebijakan memberi kami pinjaman agar bisa membayar bench fee dan punya bekal hidup paling tidak sebulan. Hal ini karena pengalaman, dana beasiswa turunnya telat. Aku secara pribadi juga jaga-jaga cari pinjaman ke Perbanas. Bravo juga STIE Perbanas Surabaya yang dengan penuh pengertian dan kebijakan juga sangat mendukung program ini sehingga selain dipinjami uang, ongkos persiapan seperti visa, administrasi dan sebagainya ditanggung perbanas. Lak enak ta?
Mengenai repotnya ngurus kelengkapan ini, Wita koncoku menganalogkan, "Lha wong BLT yang seratus ribu saja ribet, apalagi yang seratus juta. Ya sudah, kita jalani saja". Tapi beasiswanya ga sampe seratus juta lho.
Untuk standar Aussie, living cost 1.750 per bulan, plus uang buku dan insurance. Bench fee pasti ditanggung, tiket pesawat sudah disediakan.
Yang repot lagi adalah persiapan diri ke LN. Macem-macem deh. Harus menyediakan koper, jaket, sepatu yang enak, kunci TSA, komputer, eksternal HD, dll dll. Belum lagi secara pribadi harus sehat, makanya, gigi harus dibenahi dulu karena akhir-akhir ini kok mulai nyeri. Kamera pas habis jatuh jadi macet. pokoknya banyak deh. Mumet rasanya. Tapi seneng aja karena membayangkan bisa belajar ke LN. Ini kan my dream comes true. Alhamdulillah
Mengenai repotnya ngurus kelengkapan ini, Wita koncoku menganalogkan, "Lha wong BLT yang seratus ribu saja ribet, apalagi yang seratus juta. Ya sudah, kita jalani saja". Tapi beasiswanya ga sampe seratus juta lho.
Untuk standar Aussie, living cost 1.750 per bulan, plus uang buku dan insurance. Bench fee pasti ditanggung, tiket pesawat sudah disediakan.
Yang repot lagi adalah persiapan diri ke LN. Macem-macem deh. Harus menyediakan koper, jaket, sepatu yang enak, kunci TSA, komputer, eksternal HD, dll dll. Belum lagi secara pribadi harus sehat, makanya, gigi harus dibenahi dulu karena akhir-akhir ini kok mulai nyeri. Kamera pas habis jatuh jadi macet. pokoknya banyak deh. Mumet rasanya. Tapi seneng aja karena membayangkan bisa belajar ke LN. Ini kan my dream comes true. Alhamdulillah
Subscribe to:
Posts (Atom)