Sunday, April 17, 2011

Ngelamar Sandwich Program

Ini jadi pengalaman buatku yang sejak dulu tertarik untuk belajar ke LN.  Dasar wong ndeso.  Kalau dilihat-lihat, pendidikan di Indonesia ini begitu njomplang ya.  Yang di Jakarta, pergi melancong, belajar ke LN seperti ke Bogor ajah.  Guampang banget.  Sementara yang di kota kecil, punya semangat dan kemampuan (agaknya) besar, tapi dana cupet, yo gak juga keturutan keinginan untuk belajar ke LN.  Padahal cita-citanya sama yaitu ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, cie... kata Ais.
Ya itulah.  Begitu ada kesempatan mendaftar Sandwich, aku bersemangat empat lima mencoba mendaftar.  Yang namanya mendaftar tidak hanya sekedar datang dan menyetor nama, berkas yang harus dilengkapi itu boo buanyak banget.  Perlu banyak tanda tangan. Kata Wita temanku serasa menjadi fan's of everybody deh.  Ya Promotor, Dekan, Ketua Program Studi dan Koordinator Administrasi (ini empat orang, lho).  Belum lagi sebelum ditandatangani pejabat harus diparaf oleh pejabat yang di bawahnya.  Jadi untuk minta tanda tangan dekan, harus diparaf KPS.  Semua berlokasi di tempat yang kadang tidak berdekatan bahkan di gedung lain.  Nah, ini kalau ada yang kelupaan, harus balik lagi.  Pokoknya gempor.com deh.  
Tapi semua menyenangkan.  Wong namanya ada maunya, ya nggak? ya nggak?
Sekarang sudah pada tahap seleksi awal.  Dan yang bikin separuh hatiku pergi adalah ternyata yang mendaftar ke PT LN yang kutuju banyak sekali.  Padahal salah satu yang dipertimbangkan oleh pemberi dana adalah TIDAK ADA INDIKASI ROMBONGAN karena disinyalir klenceran.  Lah gimana gak dikatakan rombongan?  wong aku punya grup yang sejak awal mendaftar ada 5 orang  belum dari fakultas lain.  total 24 orang.  Cepe..deh..  
Ya sudah.  Nanti kalau di tes sama DIKTI harus bisa membuktikan bahwa bahwa kami berbeda tujuan.  kalaupun nanti berangkat dan ada acara pikniknya anggaplah ini sebagai selingan kecil.  Mohon Doa mudah-mudahan diterima

Wednesday, January 26, 2011

Belajar Berbisnis (lagi!!)

Sebenarnya aku ini orang yang gak bisa diam kalau ada kesempatan bisnis. Kalau diurut, sejak aku bisa cari uang sendiri, sangat banyak yang pernah kukerjakan. Dulu jaman SMA, aku sudah bisa menjahit dan menerima jahitan. Lumayan, dapat uang jajan. Lah wong aku dibelikan mesin jahit waktu aku kelas tiga esde.

Trus, waktu kuliah, ekonomi keluarga benar-benar ambruk. Aku ingat betul, hari pertama aku masuk perguruan tinggi, pembantu rumah tangga dipulangkan karena ibu sudah tidak sanggup membayar karena warung rawonnya sudah tutup. Sejak itu aku mencoba mencari tambahan uang saku dengan berbagai cara. Aku ingat, aku masih menerima jahitan, trus memberi les anak cina, masih juga menulis cerpen dengan mesin tik pinjaman. Ternyata ada juga yang bisa dimuat. Jaman dulu, cerpenku sempat masuk di Aneka (waktu itu belum Yes), di Gadis. Masih ingat betul, honornya Rp. 70.000. Wah, kaya benar aku. Tapi ya gitu, sebelum berhasil ada yang dimuat, banyak juga yang dikembalikan. Belum lagi berapa banyak kertas yang kuhabiskan karena salah ketik, wong tidak ada fasilitas del, edit, copy dan paste.
Aku juga pernah mencoba membuat baju dan dijual, bekerja sama dengan teman. Pokoknya, sejak muda sudah berpetualang mencari uang.
Begitu aku kerja dan punya modal, aku ikut beberapa bisnis MLM. Tupperware, TianShi, Amway sudah pernah kucoba. Tupperware aku suka karena barangnya lucu-lucu. Tianshi, aku merasa mudah sistemnya dan waktu aku masuk, tianshi masih baru jadi pasar masih luas. Amway, hah susah!!. Setelah itu aku vakum tidak berbisnis. Aku merasa, mungkin aku bukan orang yang tepat.
Sekarang aku mencoba lagi. Aku ikut Oriflame. Aku mau ikut karena pertama, aku sejak dulu suka dan cocok dengan lipstiknya. Kedua, sistemnya yang aku yakin bisa terus digunakan dan membantu perluasan jaringan selagi kita tidur. Pertimbangan utamaku adalah dengan sistem yang berbasis internet ini, pasarnya masih sangat luas. analisis potensi pasar inilah yang membuatku yakin bisnis ini masih bisa berkembang dan aku masih punya banyak kesempatan.
Mungkin yang jadi uplineku senang dapat downline sepertiku (he...he... nyombong nih), karena aku sangat positif terhadap bisnis mlm. Dia gak perlu ngerayu karena aku yang ngeklik dan mengajukan diri sebagai DL. Aku juga sadar-sesadarnya risiko bisnis dan apa yang harus kukorbankan. Nah, inilah bisnisnya



Dengan harapan bahwa lambat laun bisnisku ini bisa berkembang, maka aku memantapkan diri untuk gabung. Kalau yang semangat, empat atau lima tahun bisa jadi diamond, aku mungkin hanya berharap bahwa masa pensiunku nanti masih ada cashflow yang bisa menggantikan gajiku saat ini agar tidak bergantung pada anak atau orang lain.
Amien

Thursday, January 20, 2011

Mengurus Paspor Anak-Anak

Ini pengalaman, mudah-mudahan ada gunanya. Mengurus paspor anak di Imigrasi Surabaya (tepatnya di kantor imigrasi waru), caranya gini.
Anak yang belum punya KTP dianggap belum bisa tanda tangan sehingga semua pernyataan dilakukan oleh ortunya. Dengan demikian, waktu beli formulir, mintalah form pernyataan paspor anak-anak. Dari pada dua kali bikin pernyataan karena yang pertama salah, karena begitu beli form, ostosmastis diberi form dewasa. udah di isi, ditempel materei, ehh salah, rugi dong.
Berikutnya, ngisi form, sebaiknya tanya informasi. Tapi intinya, karena di form ada kotak-kotak yang harus diisi sementara anak-anak belum punya data itu, misalnya, nomor KTP dan masa berlak, maka yang diisi adalah no NIK yang ada di KSK, trus masa berlakunya adalah masa berlaku KTP ortu. Ok setelah itu, yah tanda tangani deh.
Hari pertama, masukin berkas, si anak gak perlu dibawa, ngrepoti. Jangan lupa bawa seluruh dokumen asli yaitu
  1. KSK
  2. Surat nikah
  3. KTP orang tua (kalau yang memasukkan hanya salah satu pihak, maka KTP pasangan cukup fotocopynya saja.
  4. akte kelahiran sang anak
  5. paspor ortu jika ada
dokumen tsb di fotocopy dengan ukuran A4. Ini penting. Soalnya aku salah ukuran, ya disuruh fotocopy ulang. Supaya selamat, fotocopy aja di koperasi imigrasi. pasti pas.
Hari ke dua, datang untuk bayar. Thank God, harga turun Rp. 255.000 per gundul. lumayan.
hari itu juga foto. Makanya anaknya harus diajak.
Terakhir setelah di foto, jangan lupa karena harus tanda tangan lagi (ortunya), maka si pengantar mestinya gak ganti, jangan, misalnya kemarin bapaknya yang masukin berkas, trus hari ini emboknya yang nganter foto. Menghindari timbul masalah!!
Nah, habis foto dan tanda tangan, tiga hari kerja, paspor sudah jadi.
Pengalaman lagi nih. Waktu ambil paspor jadi ini saja, aku ampe dua kali karena salah jam. Paspor bisa diambil mulai jam 13. sampe jam 16 ajah.

Thursday, January 13, 2011

Ujian Kualifikasi Dua

Kemarin jadi tanggal bersejarah buatku. Catat!! tanggal 12 Januari 2011, aku menjalani ujian kualifikasi ke dua atau nama lainnya sidang komisi pembimbing ke dua. Alhamdulillah, meskipun termasuk agak telat dibanding teman-teman sekelas. Surprise-nya adalah, teman-teman mengadakan pertemuan di kampus. Jadi seakan-akan suporter banyak. Habis ujian, kami makan-makan lagi. Bukan aku yang nraktir. Ini memang kebiasaan kami, urunan untuk keluar makan-makan sekelas. Btw, terimakasih banyak temans.
Surprise lagi, kami juga berhasil meminta berfoto dengan KPS, Prof Ubud Salim. Wah, ini kesempatan langka. Pokoknya hari kemarin istimewa sekali bagiku.
Hasil ujiannya sendiri sih, intinya, aku dibanting sama promotorku. proposalnya jelek, katanya.
yah... aku thenger-thenger, deh. Pengen rasanya segera pulang, ngadep komputer lagi, perbaiki lagi.
Aku mencoba berpikir positif. Gemblengan profesorku membuatku lebih kerja keras belajar. Go Doctor!!!

Thursday, December 30, 2010

Mari Melek Keuangan

Dari berbagai penelitian, banyak orang masih belum melek keuangan. Di Indonesia, pertumbuhan kredit konsumsi lebih tinggi dari pada investasi. Kalo gak percaya baca di
Artinya, kitorang belum sepenuhnya melek keuangan. Kalau melek karena ada uang tuh pasti. Aku juga begitu, he...he
beberapa ciri orang yang melek keuangan adalah
1. bisa membedakan mana konsumsi mana investasi
2. bisa membedakan mana investasi dan mana spekulasi
3. bisa melakukan berinvestasi
Kemarin, waktu diperjalanan, sambil nyetir (motor) aku baru kepikiran, betapa tingginya efek multiplier sebuah investasi (ciri khususku adalah bisa dapat ide di perjalanan)
let say, kitorang punya uang Rp. 100.000. mau bwt apa ? ya suka-suka lah. tapi mari kita itung dengan berbagai kemungkinan
  1. beli makanan, dimakan. Amblash lah uang segitu jadi bangkai di perut kita. makanya contoh ke dua dan ketiga, diasumsikan kita tidak sedang kelaparan.
  2. ditabung, anggaplah di bank syariah, dapat bagi hasil 7 %. pa (per annum=per tahun) artinya, uang itu harus diendapkan satu tahun baru dapat Rp. 7.000
  3. di belikan produk oriflame seharga Rp. 100.000 (biasanya sih Rp. 99.900), trus di jual ke teman. Dapat laba 23%. Anggap sekarang beli, besok jual, maka dalam dua hari investasi dapat 23%. Bandingkan kalau cuma di tabung, tunggu setahun baru dapat 7%, atau mau harian, bagi hasil diterimakan bulanan, maka bagi hasil itu adalah 7%/12. Kalau bisnis ini berjalan lancar, anggap dalam satu bulan ada empat transaksi seperti itu maka dalam sebulan bisa dapat 4 x 23%= 92%. Jadi dalam sebulan, uang Rp. 100.000 bisa jadi Rp. 192.000. Hitung sendiri kalau setahun. halalll.
  4. anggap jual beli itu gak mulus benar, kebetulan temen lagi bokek dan nawar bayar dua kali. Artinya uang kita mengendap selama dua bulan. Masih tetep untung besar. artinya dalam 2 bulan dapat 23%. tapi bisnis kita kan tidak hanya tergantung pada satu konsumen. Anggap kita punya 5 konsumen yang sama, yang artinya kita butuh Rp. 500.000, maka tinggal kalikan berapa duit kita nanti dua bulan mendatang = Rp. 500.000 x 23%. itung sendirilah.

makanya, mulai sekarang MARI BERBISNISSS!!!

Salah satu hadist Nabi adalah :

"ada sepuluh pintu rizki, sembilan diantaranya dari perdagangan"

Sekali lagi, mari berbisnis !!!

Thursday, December 23, 2010

Trend tahun 2011 : Sekali lagi, Bunga-Bunga

Kalau dilihat, memang beberapa perancang besar menggunakan bahan bunga-bunga seperti ini

John Galliano (kiri), atao Carolina Herera



Mau coba??
sumber dari http://blog.bayareafashionista.com/



My online business